Rabu, 14 November 2012
Kehidupan Di Bawah Laut
Di Amsterdam, Belanda 60 persen populasi Belanda hidup di bawah permukaan laut.. Peningkatan permukaan laut diakibatkan oleh mencairnya es kutub yang mengancam keselamatan. Metode baru mungkin diperlukan untuk memperkuat bendungan mereka...
Pada awalnya, daerah ini adalah tanah yang tergenang air. Dengan inovasi mereka maka terciptalah suatu daratan yang bisa didiami manusia.. Bener2 pinter yah mereka... Orang-orang Belanda yang kreatif ini meletakkan bukit-bukit pasir mengelilingi tanah-tanah yang rendah letaknya, di sekitar daerah di pesisir pantai Belgia sampai dengan provinsi Groningen dan Frisland di Belanda bagian Utara. Oleh orang-orang Belanda bukit-bukit pasir ini dinamakan ‘Duinen’ yang artinya ‘Pematang Raksasa’..
Kemudian, pematang raksasa yang berbentuk bukit pasir ini ditanami berbagai macam pohon kayu dan semak belukar. Akar dari pohon kayu dan semak belukar ini bersama-sama dengan daun kayu yang sudah membusuk membuat bukit pasir ini menjadi rekat satu sama lain sehingga tanah pasir ini menjadi kuat, tidak longsor dan tidak terkikis oleh pasang, surut, dan ombak. Tanah pasir ini disebut ‘Veenkleien’ oleh orang-orang Belanda...
Seiring berjalannya waktu, Veenkleien yang berada dalam lingkaran Duinen yang sudah tidak berhubungan lagi dengan laut-karena sudah dipisahkan oleh Duinen dan akhirnya terbentuklah daratan. Daratan dari pemekaran Veenkleien yang berada dalam lingkaran Duinen ini disebut ‘Folder’. Dalam Folder ini masih terdapat sisa air yang terkumpul dalam genangan danau kecil. Danau ini biasa disebut ‘Lagunes dan Plassen’. Agar menjadi daratan sempurna maka Plassen-Plassen ini dikeringkan dengan cara memompa airnya keluar. Lama-lama daratan yang terbentuk bertambah luas.
Setelah itu, tanah yang berada di sisi Duinen yang lain, yang masih terkena pasang surut air laut diberi pelindung berupa Tanggul Raksasa. Tanggul ini diletakkan di sepanjang pantai dari Belgia sampai Provinsi Frisland dan Groningen dari arah laut. mereka biasa menyebutnya ‘Dikjen’. Dengan adanya Dikjen tersebut, Belanda terlindung dari air baik dari sungai-sungai yang membelah negeri tersebut maupun dari laut. Panjang Dikjen-Dikjen tersebut bisa mencapai ribuan kilometer dan siapa sangka pembangunan Dikjen-dikjen ini ternyata telah berlangsung sejak 1000 tahun yang lalu.
Selain membuat Duinen dan Dikjen dibuat pula ‘Dam’. Dam dibuat di antara 2 daratan yang dianggap rawan dan berbahaya untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu terjadi topan dahsyat dan angin ribut serta air pasang yang menyebabkan gelombang naik beberapa meter.
Belanda mulai memperluas daratan dari tahun 1575-1650. Tanah rendah yang masih ada genangan air di dalamnya dibuatkan pematang mengelilingi tanah rendah tersebut, lalu air yang ada di tanah rendah tersebut dipompa keluar dengan memanfaatkan kincir angin. Proses pengeringan tersebut dinamakan ‘Inpolderingproject’. Tanah pasir yang kering lama-lama akan mengeras dan menjadi daratan sehingga Negeri Belanda semakin luas.
Fungsi Plankton Laut Juga Bisa Hilangkan Karbon Di Atmosfer
Pada dasarnya plankton didefinisikan sebagai organisme hanyut apapun yang hidup dalam zona pelagik (bagian atas) samudera, laut, dan badan air tawar. Secara luas plankton dianggap sebagai salah satu organisme terpenting di dunia, karena menjadi bekal makanan untuk kehidupan akuatik.
Tapi, ternyata plankton dapat menghilangkan karbon dari atmosfer... Untuk bertahan hidup, plankton harus menyerap partikel zat besi dengan cepat untuk menghasilkan protein. Semakin banyak plankton yang kita miliki, maka akan semakin banyak ikan yang tersedia dan semakin banyak paus yang hidup dilautan..
Lautan memiliki aroma khas yang berasal dari dimetil sulfida yang dikeluarkan plankton yang sangat bermanfaat sebagai reflektor di atmosfer dan membantu mendinginkan planet kita...
Sumber Biodiesel Baru
Revolusi Satu Sel
Di Hongkong, Cina ratusan perusahaan dan universitas mengembangkan ganggang satu sel sebagai sumber energi baru. Tanaman kecil yang mengambang ini dapat menghasilkan biodiesel sepuluh kali lebih banyak dibandingkan tanaman bahan bakar bio di tanah. Pabrik energi tersebut dapat segera mengganti fasilitas penanganan air limbah yang ada..
Dan juga di California, ilmuwan NASA juga mengembangkan ganggang sebagai sumber bioenergi.. Alasannya karena "jenis tumbuhan mikroorganisme laut ini memiliki kandungan minyak yang sangat tinggi".. Begitu kata Jonathan Trent yang memimpin riset Spaceship Earth di NASA Ames Research Center. Dan faktanya, sebagian besar minyak yang kita gunakan berasal dari ganggang yang tumbuh jutaan tahun yang lalu...
Alasan yang lainnya dari pakar NASA mengembangkan bioenergi dari ganggang :
Di Hongkong, Cina ratusan perusahaan dan universitas mengembangkan ganggang satu sel sebagai sumber energi baru. Tanaman kecil yang mengambang ini dapat menghasilkan biodiesel sepuluh kali lebih banyak dibandingkan tanaman bahan bakar bio di tanah. Pabrik energi tersebut dapat segera mengganti fasilitas penanganan air limbah yang ada..
Dan juga di California, ilmuwan NASA juga mengembangkan ganggang sebagai sumber bioenergi.. Alasannya karena "jenis tumbuhan mikroorganisme laut ini memiliki kandungan minyak yang sangat tinggi".. Begitu kata Jonathan Trent yang memimpin riset Spaceship Earth di NASA Ames Research Center. Dan faktanya, sebagian besar minyak yang kita gunakan berasal dari ganggang yang tumbuh jutaan tahun yang lalu...
Alasan yang lainnya dari pakar NASA mengembangkan bioenergi dari ganggang :
"Ketika astronot berada di luar angkasa mereka membutuhkan banyak perbekalan agar bisa bertahan di sana. Sementara untuk itu diperlukan perencanaan yang matang serta management sumber energi yang terbatas.Hal inilah yang kemudian mengilhami kami untuk mengadakan proyek "Sustainable Energy for Spaceship Earth" dan mereka menemukan bahwa dengan memproduksi energi bersih dari ganggang adalah cara yang sangat cerdas dan efisien."
Ganggang juga memiliki fungsi yang serupa dengan tanaman lain yaitu menghilangkan karbondioksida dari atmosfer dan menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis. Perbedaannya, ganggang mengeluarkan lemak, bahan organik yang mengandung minyak dan bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar..
Senin, 12 November 2012
Asal-Muasal Sinar Kosmis
Suatu petunjuk baru mengenai
darimana sinar kosmis, partikel energi-tinggi misterus yang membombardir Bumi,
berasal telah diungkapkan oleh observatorium sinar X Chandra milik NASA. Suatu
citra yang sangat detail dari sisa sebuah bintang yang meledak telah memberikan
pencerahan bagi para astronom mengenai pembentukan sinar kosmis.
Untuk pertama kalinya, para astronom
berhasil memetakan tingkat akselerasi elektron sinar kosmis yang berasal dari
sisa sebuah supernova. Peta tersebut dibuat berdasarkan citra dari Cassiopeia
A, sisa dari ledakan yang menandai akhir riwayat sebuah bintang masif, 325
tahun lalu, yang juga dikenal sebagai supernova paling muda di galaksi
Bimasakti. Peta itu menunjukkan bahwa elektron berakselerasi mendekati
tingkatan maksimum secara teoritis. Penemuan ini menyediakan bukti kuat bahwa
sisa sebuah supernova merupakan lokasi kunci dari partikel bermuatan berenergi
tinggi.
Sebagaimana terlihat pada gambar
diatas, bagian berwarna biru di gambar tersebut menandai tempat dimana
akselerasi terjadi dalam suatu gelombang kejut yang menyebar akibat ledakan
supernova. Bagian berwarna merah dan hijau adalah material yang tersisa dari
bintang yang meledak yang memanas hingga jutaan derajat.
“Teori yang dianut sejak tahun
1960-an menyatakan bahwa sinar kosmis seharusnya muncul dari kekacauan medan
magnet pada gelombang kejut, namun disini kita dapat mengamati secara langsung
bagaimana hal ini terjadi,” jelas Michael Stage dari University of
Massachussets, Amherst. “Menjelaskan darimana asal sinar kosmis dapat membantu
untuk memahami fenomena misterius lainnya dalam semesta energi-tinggi”.
Dalam analisis terhadap sejumlah
besar data, tim peneliti berhasil memisahkan sinar X yang muncul dari elektron
yang berakselerasi yang berasal dari sisa-sisa sebuah bintang yang memanas.
Data yang didapat menunjukkan bahwa sebagian dari elektron telah berakselerasi
dalam tingkatan maksimum yang diprediksi oleh teori. Sinar kosmis tersusun atas
elektron, proton, dan ion, dimana hanya pendar dari elektron yang dapat
dideteksi dalam bentuk sinar X. Proton dan ion, yang merupakan bagian terbesar
dari sinar kosmis diperkirakan memiliki sifat yang sama dengan elektron.
Penemuan ini tidak hanya dapat membantu kita
memahami bagaimana sinar kosmis berakselerasi, tapi juga bagaimana sisa-sisa
supernova berevolusi. Seiring dengan meningkatnya sinar kosmis dibelakang
gelombang kejut, medan magnet dibelakangnya berubah mengikuti sifat gelombang
kejut itu sendiri. Dengan meneliti kondisi pada gelombang kejut, para astronom
dapat menelusuri perubahan yang terjadi pada sisa supernova seiring berjalannya
waktu, dan memberi pemahaman yang lebih baik mengenai ledakan supernova itu
sendiri.
SUPERNOVA
Supernova adalah ledakan suatu bintang yang memancarkan energi dengan jumlah yang sangat banyak . Peristiwa supernova ini menandai berakhirnya kehidupan suatu bintang. Bintang yang mengalami supernova akan tampak sangat cerah dan bahkan kecerahannya bisa mencapai ratusan juta kali cahaya bintang tersebut sebelum meledak, beberapa minggu atau bulan sebelum suatu bintang mengalami supernova bintang tersebut akan melepaskan energi setara dengan energi yang dilepaskan matahari seumur hidupnya. ledakan ini meruntuhkan sebagian besar material bintang pada kecepatan 30.000 km/s (10% kecepatan cahaya) dan melepaskan gelombang kejut yang mampu memusnahkan medium antar bintang.
Ada beberapa jenis Supernova. Tipe I dan II bisa dipicu dengan satu dari dua cara, baik menghentikan atau mengaktifkan produksi energi melalui fusi nuklir. Setelah inti bintang yang sudah tua berhenti menghasilkan energi, maka bintang tersebut akan mengalami keruntuhan gravitasi secara tiba-tiba menjadi lubang hitam atau bintang neutron, dan melepaskan energi potensial gravitasi yang memanaskan dan menghancurkan lapisan terluar bintang.
Rata-rata supernova terjadi setiap 50 tahun sekali di galaksi seukuran galaksi Bima Sakti. Supernova memiliki peran dalam memperkaya medium antarbintang dengan elemen-elemen massa yang lebih besar. Selanjutnya gelombang kejut dari ledakan supernova mampu membentuk formasi bintang baru
Jenis-jenis Supernova :
Berdasarkan pada garis spektrum pada supernova, maka didapatkan beberapa jenis supernova :
- Supernova Tipe Ia
- Pada supernova ini, tidak ditemukan adanya garis spektrum Hidrogen saat pengamatan.
- Supernova Tipe Ib/c
- Pada supernova ini, tidak ditemukan adanya garis spektrum Hidrogen ataupun Helium saat pengamatan.
- Supernova Tipe II
- Pada supernova ini, ditemukan adanya garis spektrum Hidrogen saat pengamatan.
- Hipernova
- Supernova tipe ini melepaskan energi yang amat besar saat meledak. Energi ini jauh lebih besar dibandingkan energi saat supernova tipe yang lain terjadi.
Berdasarkan pada sumber energi supernova, maka didapatkan jenis supernova sebagai berikut.
- Supernova Termonuklir (Thermonuclear Supernovae)
- Berasal dari bintang yang memiliki massa yang kecil
- Berasal dari bintang yang telah berevolusi lanjut
- Bintang yang meledak merupakan anggota dari sistem bintang ganda.
- Ledakan menghancurkan bintang tanpa sisa
- Energi ledakan berasal dari pembakaran Karbon (C) dan Oksigen (O)
- Supernova Runtuh-inti (Core-collapse Supernovae)
- Berasal dari bintang yang memiliki massa besar
- Berasal dari bintang yang memiliki selubung bintang yang besar dan masih membakar Hidrogen di dalamnya.
- Bintang yang meledak merupakan bintang tunggal (seperti Supernova Tipe II), dan bintang ganda (seperti supernova Tipe Ib/c)
- Ledakan bintang menghasilkan objek mampat berupa bintang neutron ataupun lubang hitam (black hole).
- Energi ledakan berasal dari tekanan
Proses terjadinya supernova :
- Pembengkakan
Bintang
membengkak karena mengirimkan inti Helium di dalamnya ke permukaan. Sehingga
bintang akan menjadi sebuah bintang raksasa yang amat besar, dan berwarna
merah. Di bagian dalamnya, inti bintang akan semakin meyusut. Dikarenakan
penyusutan ini, maka bintang semakin panas dan padat.
- Inti Besi
Saat
semua bagian inti bintang telah hilang, dan yang tertinggal di dalam hanyalah
unsur besi, maka kurang dari satu detik kemudian suatu bintang
memasuki tahap akhir dari kehancurannya. Ini dikarenakan struktur nuklir besi
tidak memungkinkan atom-atom dalam bintang untuk melakukan reaksi fusi untuk
menjadi elemen yang lebih berat.
- Peledakan
Pada
tahap ini, suhu pada inti bintang semakin bertambah hingga mencapai 100 miliar
derajat celcius Kemudian energi dari inti ini ditransfer menyelimuti
bintang yang kemudian meledak dan menyebarkan gelombang kejut. Saat gelombang
ini menerpa material pada lapisan luar bintang, maka material tersebut
menjadi panas. Pada suhu tertentu, material ini berfusi dan menjadi
elemen-elemen baru dan isotop-isotop radiokatif.
- Pelontaran
Gelombang
kejut akan melontarkan material-material bintang ke ruang angkasa. Material-material tersebut ada yang bahkan sampai kebumi.
Dampak terjadinya Supernova :
- Menghasilkan Logam
Pada
inti bintang, terjadi reaksi fusi nuklir. Pada reaksi ini dilahirkan
unsur-unsur yang lebih berat dari Hidrogen dan Helium. Saat supernova terjadi,
unsur-unsur ini dilontarkan keluar bintang dan memperkaya awan antar bintang di
sekitarnya dengan unsur-unsur berat.
- Menciptakan Kehidupan di Alam Semesta
Supernova
melontarkan unsur-unsur tertentu ke ruang angkasa. Unsur-unsur ini kemudian
berpindah ke bagian-bagian lain yang jauh dari bintang yang meledak tersebut.
Diasumsikan bahwa unsur atau materi tersebut kemudian bergabung membentuk suatu
bintang baru atau bahkan planet di alam semesta.
Peristiwa Supernova yang teramati
Ada satu bintang yang melakukan supernova di ruang angkasa tiap satu detik kehidupan di bumi. Hanya saja, untuk menemukan bintang yang akan melakukan supernova tersebut amatlah sulit. Banyak faktor yang memengaruhi dalam pengamatan supernova. Walaupun begitu, ada beberapa peristiwa supernova yang telah teramati oleh manusia, di antaranya:
- Supernova 1994D
- Dahulu kala, sebuah bintang meledak di tempat yang amat jauh dari bumi. Ledakan itu tampak seperti sebuah titik terang. Ini terjadi di bagian luar dari galaksi NGC 4526, dan dinamakan Supernova 1994D. Sinar yang dipancarkannya selama beberapa minggu setelah ledakan tersebut menunjukkan bahwa supernova tersebut merupakan Supernova Tipe Ia.
Gambar lainnya untuk Supernova
Minggu, 11 November 2012
7 ASTEROID YANG PERNAH MENABRAK BUMI
7. Aorounga impact crater, Chad
Di
suatu ketinggian 13.000 kaki (3.900 m ) diatas permukaan laut, terdapat
Kara – Kul. juga dikenal sebagaiQarokul: 16 mil (25km) luas danau di
Pegunungan Pamir di Tajikistan, dekat perbatasan Cina. Danau yang
sebenarnya terletak dalam 28 mil (45km) luas lingkaran depresi, yang
ditabrak batu bintang lebih dari 5 juta tahun lalu, Kara-kul hanya
ditemukan baru-baru ini, melalui citra satelit.
Aorunga
adalah kawasan ketika sebuah meteorit sebesar 1 mil ( 1,6 km ) yang
menabrak bumi sekitar 2 – 300 juta tahun yang lalu, di sebuah daerah di
gurun Sahara sebelah utara Chad, Afrika, tabrakan tersebut dapat terjadi
kira-kira 1 juta tahun sekali.
6. Gosses Bluff, Australia
Sekitar 142 juta tahun lalu sebuah
komet dengan lebar 22 km menghantam daratan Autralia, dengan kecepatan
40 km/detik, dapat disamakan dengan ledakan 22.000 megaton TNT, hasil yang ditinggalkan cukup mengesankan yakni memiliki diameter 24 km dengan kedalaman 5000 m.
5. Mistastin Lake, Canada
Berlokasi
di Labrador, Kanada. Danau Mistastin adalah bentuk dari hasil Meteorit
menabrak bumi, hasilnya sebuah lobang dengan diameter 28 km pun menganga
di kulit bumi.
4. Clearwater lakes, Canada
Sekitar 290 juta tahun lalu asteroid
kembar menghantam bumi dekat dengan pantai teluk Hudson Kanada,
hasilnya lubang dengan diameter 32 km dari asteroid yang besar, dan 22
km dari asteroid yang kecil.
3. Kara-Kul, Tajikistan
2. Manicouagan, Kanada
Manicouagan Reservoir (Danau
Manicouagan) juga dikenal sebagai “mata dari Quebec”, sekitar 212 juta
tahun lalu dengan 5 km lebarnya asteroid yang menghantam bumi,
meninggalkan lubang raksasa dengan diamter 100 km.
1. Chicxulub, Mexico
Dikuburkan
di bawah Semenanjung Yucatán di Meksiko, di dekat desa Chicxulub (yang
berarti “ekor dari setan” di uCu), ini adalah kawah kuno dengan dampak
yang paling besar dengan diameter 107 km. Tabrakan terjadi kira-kira 65
juta tahun yang lalu ketika sebuah komet atau Asteroid seukuran sebuah
kota kecil mengahantam (setara dengan 100 teratons dari TNT) di Bumi dan
menyebabkan mega-tsunami, gempa bumi dan letusan gunung berapi di
seluruh dunia.
Jumat, 09 November 2012
10 KUCING TERBESAR JAMAN PRASEJARAH
10 KUCING TERBESAR JAMAN PRASEJARAH
1. Smilodon
Smilodon adalah salah satu predator prasejarah paling terkenal, dan
juga salah satu yang paling tangguh. Setidaknya ada tiga spesies hidup
di Utara dan Amerika Selatan; spesies terkecil, Smilodon gracilis,
seukuran jaguar modern, sedangkan Smilodon fatalis sebesar singa.
Namun, spesies Smilodon Populator berbobot 300 kg dan rata-rata mencapai hingga 500 kg ketika dewasa.
Smilodon tidak begitu lincah seperti kucing modern, tapi ia sangatlah kuat, dengan kaki yang kuat juga leher yang tebal, dan terutama kukunya yang panjang untuk mencengkeram mangsanya.
Taringnya bisa mencapai 30 cm panjangnya, dan sempurna untuk menyebabkan cedera fatal bajing tanah, hewan besar, bahkan juga mammoth.
2. Harimau Pleistosen
Harimau Pleistosen merupakan ‘versi awal’ dari harimau yang sama kita
lihat sekarang. Harimau berkembang di suatu tempat di Asia sekitar 2
juta tahun yang lalu, mangsanya beragam jenis herbivora besar yang
tinggal di benua pada saat itu.
Harimau adalah kucing terbesar saat ini, dengan Bengal besar dan Siberia jantan yang berbobot hingga mencapai 300 kg atau lebih. Selama jaman Pleistosen, pasokan makanan lebih besar, sehingga harimau itu juga tumbuh lebih besar, dengan bobot 490 kg .
3. Singa Amerika
Singa Amerika atau Atrox Panthera, mungkin yang paling dikenal dari
semua kucing prasejarah setelah Smilodon. Ia tinggal di Utara dan
Amerika Selatan (dari Alaska ke Peru) selama zaman Pleistosen, dan punah
11.000 tahun lalu.
Singa Amerika adalah kucing terbesar di Amerika Utara selama Zaman Es, beratnya mencapai 470 kg, bahkan mungkin 500 kg dan mampu memangsa hewan yang sangat besar.
4. Machairodus Kabir
Machairodus, mungkin tampak seperti harimau raksasa dengan gigi
pedang, walaupun tidak mungkin untuk mengetahui apakah kulitnya
bergaris-garis, berbintik-bintik atau jenis lain dari tanda bulunya.
Machairodus jarang disebutkan sebagai kucing raksasa, tetapi fosil yang ditemukan di Chad, Afrika, (dan diklasifikasikan sebagai spesies baru, Machairodus kabir), menunjukkan bahwa makhluk ini merupakan salah satu kucing terbesar dengan bobot 490 kg atau mungkin 500 kg.
5. Homotheirum
Juga dikenal sebagai ‘kucing pedang’, Homotherium adalah salah satu
kucing paling sukses di zaman prasejarah, ditemukan di Amerika Utara dan
Amerika Selatan, Eropa, Asia dan Afrika. Ia pemburu yang baik,
disesuaikan dengan kaki yang cepat berjalan dan aktif terutama pada
siang hari sehingga menghindari persaingan dengan predator nokturnal
lainnya.
Kaki depannya sangat panjang dan kaki belakang lebih pendek, yang memberikan penampilan yang sedikit seperti hyena. Meskipun Homotherium tidak terkenal untuk ukurannya, namun fosil beberapa sisa-sisa kucing pedang, baru-baru ini ditemukan di Laut Utara menunjukkan bahwa mereka bisa mencapai berat 400 kg, lebih besar daripada harimau Siberia modern.
6. Cave Lion
Singa Gua adalah subspesies singa raksasa, beratnya mencapai 300 kg
atau lebih. Ini adalah salah satu predator paling berbahaya dan kuat
selama Zaman Es terakhir di Eropa, dan ada bukti bahwa ia ditakuti, dan
mungkin disembah oleh manusia prasejarah. Banyak lukisan gua dan
beberapa patung telah ditemukan yang menggambarkan Singa Gua.
Menariknya, ini menunjukkan bahwa singa ini nyaris tidak memliki bulu leher, seperti pada harimau modern. Hal ini membingungkan, beberapa lukisan gua juga menunjukkan Singa Gua memiliki garis-garis samar pada kaki dan ekor. Hal ini menyebabkan beberapa ilmuwan menyimpulkan bahwa mungkin Singa Gua sebenarnya lebih terkait dengan Harimau.
7. European Jaguar
Berbeda dengan Jaguar raksasa, jaguar Eropa atau gombaszoegensis
Panthera tidak berasal dari spesies yang sama seperti jaguar modern.
Jaguar Eropa adalah predator besar, beratnya mencapai 210 kg atau lebih,
dan mungkin di bagian atas rantai makanan di Eropa, 1,5 juta tahun yang
lalu. Fosilnya telah ditemukan di Jerman, Perancis, Inggris, Spanyol
dan Belanda.
8. Giant Jaguar
Jaguar sekarang bertubuh lebih kecil jika dibandingkan dengan singa
atau harimau, berat rata-rata mereka biasanya 60-100 kg. Namun pada
zaman prasejarah, bagian dari Amerika Utara dan Selatan adalah rumah
bagi Jaguar raksasa.
Masih spesies yang sama dengan jaguar modern. Ia berukuran melebihi singa dewasa atau harimau, dan mungkin beberapa kali lebih kuat begitu pula dengan dengan gigitannya
9. Xenosmilus
Xenosmilus bertaring pendek, tebal, namun cukup tajam. Semua giginya
(bukan hanya gigi taring) memiliki tepi bergerigi untuk memotong daging,
dan lebih seperti gigi hiu atau dinosaurus karnivora, dibanding gigi
kucing modern.
Dengan bobot 180-230 kg, Xenosmilus tidak mencekik mangsanya seperti kucing modern melakukannya, ia hanya menggigit sepotong besar daging dari korban, dan menunggu mangsanya mati kehabisan darah.
10. Giant Cheetah
Cheetah Raksasa (Acinonyx pardinensis), berasal dari genus yang sama
dengan Cheetah modern kita (Acinonyx jubatus), dan mungkin tampak sangat
mirip, tapi jauh lebih besar. Dengan bobot 120-150 kg, ia mampu
memangsa hewan yang lebih besar daripada besar tubuhnya.
Namun ada beberapa perdebatan apakah ia bisa lari secepat Cheetah modern, karena beratnya yang lebih besar, namun menurut beberapa ahli, Cheetah Raksasa memiliki kaki lebih panjang dan jantung serta paru-paru yang lebih besar, memungkinan ia mampu berlari secepat atau bahkan lebih cepat daripada cheetah modern saat ini yang kemampuan larinya bisa mencapai lebih dari 115 km/jam.
1. Smilodon
Namun, spesies Smilodon Populator berbobot 300 kg dan rata-rata mencapai hingga 500 kg ketika dewasa.
Smilodon tidak begitu lincah seperti kucing modern, tapi ia sangatlah kuat, dengan kaki yang kuat juga leher yang tebal, dan terutama kukunya yang panjang untuk mencengkeram mangsanya.
Taringnya bisa mencapai 30 cm panjangnya, dan sempurna untuk menyebabkan cedera fatal bajing tanah, hewan besar, bahkan juga mammoth.
2. Harimau Pleistosen
Harimau adalah kucing terbesar saat ini, dengan Bengal besar dan Siberia jantan yang berbobot hingga mencapai 300 kg atau lebih. Selama jaman Pleistosen, pasokan makanan lebih besar, sehingga harimau itu juga tumbuh lebih besar, dengan bobot 490 kg .
3. Singa Amerika
Singa Amerika adalah kucing terbesar di Amerika Utara selama Zaman Es, beratnya mencapai 470 kg, bahkan mungkin 500 kg dan mampu memangsa hewan yang sangat besar.
4. Machairodus Kabir
Machairodus jarang disebutkan sebagai kucing raksasa, tetapi fosil yang ditemukan di Chad, Afrika, (dan diklasifikasikan sebagai spesies baru, Machairodus kabir), menunjukkan bahwa makhluk ini merupakan salah satu kucing terbesar dengan bobot 490 kg atau mungkin 500 kg.
5. Homotheirum
Kaki depannya sangat panjang dan kaki belakang lebih pendek, yang memberikan penampilan yang sedikit seperti hyena. Meskipun Homotherium tidak terkenal untuk ukurannya, namun fosil beberapa sisa-sisa kucing pedang, baru-baru ini ditemukan di Laut Utara menunjukkan bahwa mereka bisa mencapai berat 400 kg, lebih besar daripada harimau Siberia modern.
6. Cave Lion
Menariknya, ini menunjukkan bahwa singa ini nyaris tidak memliki bulu leher, seperti pada harimau modern. Hal ini membingungkan, beberapa lukisan gua juga menunjukkan Singa Gua memiliki garis-garis samar pada kaki dan ekor. Hal ini menyebabkan beberapa ilmuwan menyimpulkan bahwa mungkin Singa Gua sebenarnya lebih terkait dengan Harimau.
7. European Jaguar
8. Giant Jaguar
Masih spesies yang sama dengan jaguar modern. Ia berukuran melebihi singa dewasa atau harimau, dan mungkin beberapa kali lebih kuat begitu pula dengan dengan gigitannya
9. Xenosmilus
Dengan bobot 180-230 kg, Xenosmilus tidak mencekik mangsanya seperti kucing modern melakukannya, ia hanya menggigit sepotong besar daging dari korban, dan menunggu mangsanya mati kehabisan darah.
10. Giant Cheetah
Namun ada beberapa perdebatan apakah ia bisa lari secepat Cheetah modern, karena beratnya yang lebih besar, namun menurut beberapa ahli, Cheetah Raksasa memiliki kaki lebih panjang dan jantung serta paru-paru yang lebih besar, memungkinan ia mampu berlari secepat atau bahkan lebih cepat daripada cheetah modern saat ini yang kemampuan larinya bisa mencapai lebih dari 115 km/jam.
Langganan:
Postingan (Atom)










